syscomnet


status selebritis, foto selebritis indonesia, gosip dan berita terbaru

Timbuk2 Classic Messenger Bag 09.02.10

Welcome and thanks for visiting our site today I want to post about laptop bags, netbook cases if this is your first visit you can bookmark using ctrl+d to remember our site. You are looking for Timbuk2 Classic Messenger Bag, for your information the picture is the sample photos only, you can find or buy the exact product by clicking the image and use the search form.


category: Timbuk2 Classic Messenger Bag, buy Timbuk2 Classic Messenger Bag, Timbuk2 Classic Messenger Bag photo and pictures, notebook cases, laptop bags

Dituding Nunggak Pajak, Pertamina Kirim Surat Keberatan Ke Menkeu 09.02.10

Do you ever feel like you know just enough about astaga.com lifestyle on the net to be dangerous? Let’s see if we can fill in some of the gaps with the latest info from astaga.com lifestyle on the net experts.

PT Pertamina (Persero) telah mengajukan surat keberatan kepada Kementerian Keuangan terkait masuknya BUMN Migas tersebut dalam 10 penunggak pajak terbesar.

“Kami sudah sampaikan surat ke Kemenkeu soal masalah tunggakan pajak tersebut,” ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Hal tersebut dibenarkan Direktur Keuangan Pertamina Ferederick Siahaan. Ia menyatakan surat keberatan tersebut sudah disampaikan minggu lalu.

Ferederick menyatakan surat tersebut diajukan karena perseroan merasa keberatan namanya dimasukan dalam penunggak pajak. Pajak terutang yang ditudingkan ke Pertamina itu sebagian masih diproses di pengadilan pajak, dan juga ada yang di Mahkamah Agung.

“Itukan semua masih masuk dalam kategori sengketa pajak. Nanti kalau sudah diputuskan pengadilan dan kita harus bayar, kita pasti bayar,” kata dia.

If you base what you do on inaccurate information, you might be unpleasantly surprised by the consequences. Make sure you get the whole astaga.com lifestyle on the net story from informed sources.

Sebelumnya, Ferederick juga pernah menyampaikan keberatannya atas dituding sebagai 10 penunggak pajak terbesar seperti yang disebutkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Pertamina mengaku justru mempunyai kelebihan pembayaran pajak sebesar Rp 13,5 triliun.

“Tunggakan dan sengketa defisinisinya beda, kita masih sengketa di MA akan bayar kalau ada keputusan tetap. Kelebihan bayar kita sampai 2008 mencapai Rp 13,5 triliun,” tuturnya pekan lalu.

Ferederick mengatakan, tunggakan yang dimaksudkan oleh Ditjen Pajak adalah soal PPN Retensi tahun 2002 dimana saat itu Pertamina belum berstatus sebagai Perseroan Terbuka (PT).

“Saat itu Pertamina masih menjalankan fungsi regulasi seperti BP Migas. Kalau kita bayar, harus kita tagih lagi ke pemerintah. Saat itu kami belum perseroan, jadi statusnya masih nunggu keputusan MA. Besaran nilai sengketa Rp 600 miliar,” jelasnya.

Selain itu, ada sengketa pembayaran pajak lainnya antara Pertamina dengan pihak Ditjen Pajak. Seperti sengketa pembayaran PPh Badan tahun 2003 sampai 2005, Pertamina berpendapat mereka kelebihan bayar pajak, sementara Ditjen Pajak berpendapat Pertamina memiliki kekurangan pembayaran pajak.

“Sekarang sedang proses di pengadilan pajak. Untuk 2005 kita lebih bayarnya Rp 1,9 triliun, sementara Ditjen Pajak mengklaim kita kurang bayar Rp 1,8 triliun. Tahun 2004 kita kelebihan Rp 400 miliar, Ditjen Pajak bilangnya kita kurang Rp 1,1 triliun. Lalu tahun 2003 kita lebih bayar Rp 360 miliar, namun Ditjen Pajak bilang kita kurang bayar Rp 40 miliar,” paparnya.

That’s the latest from the astaga.com lifestyle on the net authorities. Once you’re familiar with these ideas, you’ll be ready to move to the next level.

Surplus Neraca Perdagangan RI Bakal Tergerus di 2010 08.02.10

The following article presents the very latest information on astaga.com lifestyle on the net. If you have a particular interest in astaga.com lifestyle on the net, then this informative article is required reading.

Surplus neraca perdagangan astaga.com lifestyle on the net di tahun 2010 diprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009. Hal ini akan menyebabkan tekanan pada neraca transaksi berjalan yang selanjutnya akan menekan neraca pembayaran Indonesia.

“Jika hal ini terjadi, maka rupiah berpotensi akan melemah pada 2010 dibandingkan tahun 2009,” jelas Anton Hendranata, ekonom dari Bank Danamon dalam tinjauan ekonomi bulanannya yang dikutip detikFinance, Minggu (7/2/2010).

Anton menjelaskan, neraca perdagangan Indoensia selama tahun 2009 tercatat sebesar US$ 19,6 miliar. Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya US$ 7,9 miliar.

Knowledge can give you a real advantage. To make sure you’re fully informed about astaga.com lifestyle on the net, keep reading.

“Sangat tingginya surplus perdagangan selama tahun 2009 karena penurunan impor yang sangat tajam akibat lemahnya perekonomian domestik, walaupun ekspor juga mengalami penurunan karena kondisi resesi ekonomi global,” urai Anton.

Ia menjelaskan, setelah kinerja ekspor-impor mengalami keterpurukan selama 11 bulan 2009, maka pemulihan mulai terjadi di penghujung 2009. Ekspor dan impor tahunan pada bulan Desember 2009 tumbuh secara luar biasa, masing-masing sebesar 49,8% dan 34,2%.

Peran China sebagai tujuan ekspor Indonesia, yang kebanyakan berupa komoditi primer juga semakin meningkat. Dan dengan adanya kerjasama ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), tekanan naiknya permintaan impor barang akan jauh lebih besar dibandingkan tahun 2009. Hal itu akan berdampak pada berkurangnya surplus neraca Indonesia.

Berkurangnya surplus neraca perdagangan itu pada akhirnya akan berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah. Anton memperkirakan rupiah akan berada di kisaran 9.500 per dolar AS hingga akhir tahun 2010.

Hal itu dengan melihat tren pergerakan rupiah selama Januari yang mulai kurang bertenaga, trend penguatan indeks Dolar AS dan kecenderungan beberapa negara yang menaikkan suku bunga acuannya seperti Australia dan China. Ditambah pula neraca pembayaran astaga.com lifestyle on the net yang diprediksi mengalami penurunan.

I hope that reading the above information was both enjoyable and educational for you. Your learning process should be ongoing–the more you understand about any subject, the more you will be able to share with others.

Pedagang Kagetan Mengais Rezeki Jelang Imlek 07.02.10

Current info about astaga.com lifestyle on the net is not always the easiest thing to locate. Fortunately, this report includes the latest astaga.com lifestyle on the net info available.

Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek 2561 yang jatuh pada 14 Februari 2010, bisnis pernak-pernik imlek mulai menggeliat. Hal ini mendorong beberapa orang nekat alih profesi untuk menjual pernak-pernik Imlek.

Dari pengamatan detikFinance di Pasar Glodok Jalan Pancoran, Jakarta, Sabtu (6/2/2010), para pedagang-pedagang kagetan tampak memenuhi pinggiran jalan menjual pernak-pernik Imlek.

Misalnya Opik, remaja yang sehari-harinya berjualan rokok ini nekat alih profesi menjadi penjual pernak-pernik Imlek di pinggiran jalan. Bersama teman-temannya, Opik beroperasi di sekitar Pasar Glodok.

Dengan modal nekat dan sejumlah uang sebesar Rp 500-700 ribu sebagai modal awal, Opik mampu memperoleh untung besar dari bisnis dadakannya ini. Tidak tanggung-tanggung, keuntungannya pada penjualan tahun lalu mencapai Rp 700 ribu.

“Balik modal dan untung bisa sebesar modal itu,” ujarnya.

Ingin mengulang kesuksesannya tahun lalu, Opik kembali berjualan pada perayaan Imlek tahun ini.

Begitu juga Aris, pedagang pernak-pernik Imlek ini sehari-harinya bekerja di pabrik sablon. Ia nekat meninggalkan pekerjaannya itu untuk sementara demi mengejar untung yang telah diceritakan pedagang pernak-pernik dadakan lainnya. Mengenai modal awal, itu urusan nomor sekian.

“Modal ya dapat dari mana-mana, ngutang misalnya. Kalau kerjaan yang dulu, saya kan mingguan, jadi cuti dulu beberapa minggu ini,” jelas Aris.

Is everything making sense so far? If not, I’m sure that with just a little more reading, all the facts will fall into place.

Begitu juga dengan Ajo yang berdagang pernak pernik Imlek di kawasan ini. Walaupun hanya menjual barang tanpa modal awal, pendatang asal Cianjur ini tetap mengharapkan keuntungan dari momen yang sudah menjadi tradisi masyarakat Tionghoa ini. Biasanya, keuntungan yang diambilnya dari tiap barang hanya berkisar Rp 500-1.000.

“Saya di Cianjur cuma jaga kebun, tapi coba-coba nyari untung dengan berdagang pernak-pernik ini,” ungkapnya.

Pernak-pernik yang mereka jual diambil dari beberapa toko di Pasar Pagi Glodok. Barangnya juga tidak terlalu mahal, hanya yang berkisar Rp 10-35 ribu seperti amplop angpao dan hiasan gantungan khas Imlek.

Tidak hanya alih profesi sebagai penjual pernak-pernik Imlek, ada juga beberapa pedagang pakaian yang biasanya sudah berdagang pakaian di pinggiran jalan Pasar Glodok ini mendadak ‘memerahkan’ semua pakaian yang dijualnya.

“Saya memang biasanya jualan baju tidur, tapi karena mau Imlek, saya jual baju anak-anak untuk Imlek. Merah semua,” ujar Budi salah seorang pedagang di pinggiran Pasar Glodok.

Begitu juga dengan Anto. Dia biasanya berjualan baju anak-anak tetapi karena menyambut Imlek, dagangannya disesuaikan dengan suasana Imlek yang didominasi warna merah dengan sedikit tulisan China dan gambar Macan sebagai lambang Tahun Imlek 2561 ini.

Baju yang mereka jual memang kualitasnya rendah dengan harga sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu. Bahan yang digunakan tidak bahan katun. Namun, demi memanfaatkan momen perayaan tahunan ini, para pedagang ini turut serta. Alhasil, banyak juga pembeli yang mengincar barang dagangannya.

Salah seorang pembeli pakaian murah khas Imlek, Susi, menyatakan dirinya sangat senang dengan adanya pedagang-pedagang pakaian murah ini sehingga dia bisa membahagiakan keluarganya dengan budget rendah.

“Lumayan buat saudara-saudara yang masih kecil, murah meriah. Lagian anak kecil kan cepat tumbuhnya, jadi sayang kalau beli yang mahal, kalau nanti tidak terpakai lagi,” ujar Susi sambil menawar beberapa potong pakaian yang akan dibelinya.

The day will come when you can use something you read about here to have a beneficial impact. Then you’ll be glad you took the time to learn more about astaga.com lifestyle on the net.

Meski Industri Rugi Miliaran, Pertamina EP Tetap Stop Gas ke Kilang Tambun 06.02.10

Do you ever feel like you know just enough about astaga.com lifestyle on the net to be dangerous? Let’s see if we can fill in some of the gaps with the latest info from astaga.com lifestyle on the net experts.

PT Pertamia EP tetap akan menghentikan pasokan gas ke Kilang Tambun milik BUMD Bekasi yaitu PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), meskipun industri-industri di Bekasi dan sekitarnya akan menelan kerugian sebesar Rp. 47.165.166.666,-

“Sebenarnya kami tetap ingin mengalirkan gas ke Pemda Bekasi tapi karena ada putusan hukum maka kami tidak boleh memasok ke sana lagi. Pasalnya, kalau kami tetap memasok itu berarti kami akan melanggar hukum,” kata Manager Humas Pertamina EP, M Harun saat dihubungi detikFinance, Jumat (5/2/2010)

Harun menyatakan, sebenarnya Pertamina tidak memiliki urusan bisnis secara langsung dengan industri-industri di Bekasi dan sekitarnya.

Pertamina hanya memliki perjanjian kerja sama pengelolaan gas dengan PT BBWM. BUMD Bekasi itu kemudian bekerja sama dengan PT Odira Energy Persada dan partner BUMD tersebutlah yang memiliki kerja sama langsung dengan industri di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Ia meminta agar Pertamina tidak dijadikan kambing hitam dalam masalah yang dialami Odira dan rekanannya.

“Jangan Pertamina yang kena imbas, kita hanya menjalankan putusan hukum. Masalah itukan masalah Odira dengan para buyernya, Kami tetap berkomitmen salurkan gas asalkan ada izin,” kata Harun.

Untuk itu, Harun meminta kepada BUMD dan partnernya tersebut untuk segera mengurus izin agar anak usaha Pertamina tersebut bisa kembali memasok gas ke sana.

“Sejak awal kami sudah sampaikan kepada Pemda dan Odira untuk segera mengurus izin karena kalau kami tetap mengalirkan kami akan melanggar hukum,” ungkap dia.

Seperti diketahui, dalam surat Nomor 038/EP 1040/2010-SO tertanggal 29 Januari 2010 yang ditujukan ke BBWM, Pertamina EP berencana menghentikan pasokan gas ke BUMD tersebut tepat pukul 00.00 WIB pada 11 Februari 2010 mendatang bila belum juga menyampaikan permohonan izin pengelolaan LPG baru atas nama BBWM.

Rencana penghentian pasokan gas tersebut, telah dibahas bersama PT BBWM pada awal Januari dan PT BBMW menjanjikan akan mempercepat pengurusan izin pengolahan kilangnya.

Gempuran ini ternyata tidak hanya dialami BBWM saja. Hal yang sama pun sebelumnya dirasakan mitra kerjanya PT Odira Energi Persada yang telah dicabut izin pengelolaan gas bumi oleh Dirjen Migas, Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam suratnya nomor 419/06/SDM/2010 tertanggal 7 Januari 2010 diberitahukan terhitung 14 Januari 2010 menyatakan perizinan pengelolaan gas bumi Odira dicabut. Atas surat pemberitahuan tersebut maka perizinan pengelolaan migas yang telah dikantongi Odira berdasarkan keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1176 K/10/Mei/2008 tanggal 5 Juni 2008 tidak berlaku lagi.

See how much you can learn about astaga.com lifestyle on the net when you take a little time to read a well-researched article? Don’t miss out on the rest of this great information.

Sekadar mengingatkan, sengketa pengelolaan gas bumi ini sebenarnya bermula keluarnya putusan kasasi TUN yang dimenangkan PT Maruta Bumiprima atas pembatalan penerbitan izin usaha pengelolaan gas bumi di Kilang LPG Plant Tambun Bekasi.

Dalam putusan kasasi yang diterbitkan pada 29 September 2009 lalu itu majelis hakim memutuskan bahwa penerbitan surat keputusan (SK) izin pengelolaan gas kilang LPG Tambun, Bekasi itu batal atau tidak sah.

Tidak hanya itu, majelis hakim pun memerintahkan Menteri ESDM selaku tergugat untuk mencabut SK tersebut. Atas permasalahan itu, Direktur Utama BBWM Muhammad Cholid menyayangkan penerbitan surat pemberitahuan dari Pertamina EP mengenai penghentian sementara pasokan gas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikFinance, saat ini Odira memiliki kontrak kerjasama dengan dangan sejumlah industri di Bekasi dan sekitarnya di antaranya:
A. Pembelian gas bumi

PT.Bayu Buana Gemilang dengan konsumen  PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Mulia Glass, PT Indo Sentra Pelangi, PT Indoalum International Indonesia, PT Mulia Keramik, PT Coca-cola Beverage astaga.com lifestyle on the net PT Gunung Raja Paksi PT Protechma Indonesia, PT Gitra Nusantara Gemilang

Kemitraan Energi Industri, dengan konsumen  PT Gula Rafinasi Cilegon dan PT Banten Inti Gasindo

PT Energasindo Heksakarya, dengan konsumen PT Surya Toto astaga.com lifestyle on the net Tbk, PT Evonik Degussa Peroxide Indonesia, PT Showa astaga.com lifestyle on the net MFG, PT Unilever,  PT Essensa Intikeramik, PT Blue Skope, PT Cabot Indonesia, PT JayaBoard PT Perlite astaga.com lifestyle on the net Abadi, PT Gajah Tunggal

PT.Banten Gas Synergy, dengan konsumen PT  Super Silica

PT.Mutiara Energy

B. Pembelian CNG yang didistribusikan oleh PT IEV Gas astaga.com lifestyle on the net dengan konsumen PT Indofood Sukses Makmur-Padalarang Bandung, PT Gizindo Prima Nusantara-Padalarang Bandung, PT Ceres, M Toha Bandung, PT General Food Indonesia, M Toha Bandung, PT Garuda Food Putra Putri Jaya, Rancaekek,Bandung, PT Ultra Jaya Milk Industries and Trading Company, Padalarang Bandung, PT Panarub Industries, Tenggerang, dan PT Enkei astaga.com lifestyle on the net Cikarang Bekasi

C. Pembeli LPG Utama adalah Pertamina, dan sebagai distributor LPG PT Odira Energy Persada dengan konsumen yaitu PT Harindo Mitra Gas
Utama, PT Gasindo Piranti Nusa, dan PT Kimia Yasa

D. Pembeli Kondensat PT Odira Energy Persada yaitu PT Harindo Putra Jaya dan PT Dua Energy Sejati

Berdasarkan data-data di atas maka para  pembeli /pengguna dari kalangan industri akan mengalami kerugian, yang diperkirakan jumlahnya per bulan sebesar Rp. 47.165.166.666.

Hal tersebut juga akan menyebabkan kehilangan kesempatan kerja para pekerja di industri dan pabrik yang terkena dampak dari pemberhentian LPG Plant dan pengaliran gas bumi ke konsumen.

I hope that reading the above information was both enjoyable and educational for you. Your learning process should be ongoing–the more you understand about any subject, the more you will be able to share with others.