Pengamat: Suara Pendukung Andi Mungkin ke Anas
Semakin Anda memahami tentang subjek apapun, yang lebih menarik menjadi. Ketika Anda membaca artikel ini Anda akan menemukan bahwa subjek dari berita indonesia terpanas jelas bukan pengecualian.
Purwokerto (ANTARA) – Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Profesor Rubijanto Misman, memperkirakan suara pendukung Andi Mallarangeng “lari” ke Anas Urbaningrum.
Saat dihubungi di Purwokerto, Minggu, Rubiyanto mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan ketua umum dalam Kongres II Partai Demokrat di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, sangat menarik sejak awal.
“Ini menarik dari awal karena Andi Mallarangeng terkesan `glamour` dan mendapat dukungan luar biasa dari simpatisannya,” katanya.
Akan tetapi, belajar dari pengalaman pengurus Partai Demokrat di daerah atau cabang, kata dia, mereka tidak ingin melihat tokoh yang terkesan hidup di bawah bayang-bayang pemimpin besarnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Jadi, mereka inginkan figur yang benar-benar netral dan dapat membawa citra Demokrat ke depan menjadi layak jual. Kalau dengan Andi Mallarangeng terkesan mengandalkan dan mendapat restu atau didukung SBY,” katanya.
Dalam hal ini, kata dia, jika Partai Demokrat ke depan tetap menjual SBY, belum tentu menarik bagi masyarakat.
Pikirkan tentang apa yang telah Anda baca sejauh ini. Apakah itu memperkuat apa yang telah Anda ketahui tentang berita indonesia terpanas? Atau ada sesuatu yang sama sekali baru? Bagaimana dengan sisa paragraf?
Menurut dia, Anas Urbaningrum merupakan sosok politikus yang merangkak dari bawah dan tampak lebih karismatik, jujur, dan lebih matang dalam berpolitik.
Sementara Andi Mallarangeng, kata dia, memiliki performa yang kurang berwibawa.
“Kalau Marzuki Alie, sudah jelas memiliki kekuatan dengan duduk sebagai Ketua DPR,” katanya.
Terkait dengan putaran kedua pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat, dia mengatakan, suara pendukung Andi Mallarangeng yang tersingkir pada putaran pertama, kemungkinan besar akan beralih ke Anas Urbaningrum.
Menurut dia, kemungkinan itu disebabkan Marzuki Alie telah duduk sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sedangkan Partai Demokrat menginginkan sosok yang netral.
Pemilihan ketua umum dalam Kongres II Partai Demokrat menghasilkan 236 suara (45 persen) untuk Anas Urbaningrum, 82 suara (16 persen) untuk Andi Malarengeng, dan 209 suara (40 persen) untuk Marzuki Alie. Terdapat dua suara tak sah.
Karena tak ada yang menang 50 persen, maka diadakan pemilihan untuk putaran kedua yang diikuti oleh Anas dan Marzuki.
Luangkan waktu untuk mempertimbangkan poin diuraikan di atas. Apa yang Anda pelajari dapat membantu Anda mengatasi keraguan Anda untuk mengambil tindakan.
Ferry Irawan Tak Dirawat Istri 2 Tahun

Ferry Irawan Tak Dirawat Istri 2 Tahun adalah fakta baru seputar kisah rumah tangga artis Ferry Irawan dengan istrinya Noviana Shintawaty. Seperti dijelaskan di detik.com, Ferry Irawan memberikan penjelasan saat ia menderita sakit selama 2 tahun, sang istri tercinta tidak merawatnya.
“Novi tidak merawat Fery selama 2 tahun sakit, namun yang merawat adalah keluarganya Fery. Mendengar kesaksian itu hakim terkejut dan terbelalak,” jelas Heri Subagyo, kuasa hukum Feri saat ditemui seusai persidangan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pada hari rabu (10/6/2009).
Heri meyakinkan kalau keterangan saksi dari pihaknya, yaitu kedua orangtua Feri dan adiknya, adalah benar. “Mereka pasti jujur, karena keasaksian mereka di bawah sumpah,” imbuhnya.
Bahkan saat memberikan kesaksian, kedua orangtua Feri terlihat emosi. Suara mereka bergetar ketika menjelaskan soal sakit yang diderita anaknya.
Heri juga membantah kalau kliennya tidak menafkahi Novi. Yang ada malah Novi telah berbohong dengan mengaku sebagai tulang punggung keluarga. “Novi mengaku bekerja, tapi pada dasarnya Novi tidak bekerja. Dari awal yang menghidupi keluarga sepenuhnya Feri,” tuturnya.
Pada kesempatan itu juga orangtua Feri sekaligus menyampaikan uneg-unegnya kepada majelis hakim. Mereka tak ingin anaknya melanjutkan pernikahannya dengan Novi.
“Kedua orangtua Feri nggak tidak kalau mereka rujuk, mereka nggak ikhlas karena mereka sudah tidak mau menerima Novi sebagai menantu lagi,” tandasnya.








