Tiga Pemeran Film Gigolo Penuhi Panggilan Polisi
Ketika Anda memikirkan berita indonesia terpanas, apa pendapat pertama anda ? Aspek mana dari berita indonesia terpanas yang penting.
Denpasar (ANTARA) – Tiga pemeran film “Cowboys in Paradise”, Rosnan Efendik (Fendi), Sugiarto (Argo) dan Suwarno (Arnold), akhirnya memenuhi panggilan Direktorat Reskrim Polda Bali di Denpasar, Kamis.
“Ketiga aktor yang tampil dalam film yang mengundang protes masyarakat Pulau Dewata itu kami panggil untuk dimintai keterangan,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar di Denpasar.
Ia menyebutkan, pemanggilan ketiga aktor yang berperan sebagai gigolo pada film tersebut, diminta keterangan dalam kapasitas mereka sebagai saksi.
“Jadi kami panggil mereka hanya sebatas sebagai saksi sehubungan film yang dibintanginya cukup menghebohkan, serta ada dugaan telah terjadi pelanggaran,” kata Kombes Sugianyar.
Ketiga pemuda yang kesehariannya mengaku sebagai instruktur surfing di Pantai Kuta itu, tiba di kantor polisi langsung digiring ke ruangan Satuan Tindak Pidana Tertentu (Sattipiter) Ditreskrim Polda Bali, guna menjalani pemeriksaan.
Menurut Sugianyar, selain dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi, ketiganya juga berencana melaporkan sutradara film tersebut yang dianggap telah mencemarkan nama baik mereka.
Ketika aktor tersebut mengaku telah ditipu sutradara yang disebut bernama Amit Virmani, pria berdarah India yang kini menetap di Singapura.
Para aktor mengaku tidak tahu kalau hasil pengambilan gambar atas diri mereka di Pantai Kuta, dilakukan untuk kepentingan produksi sebuah film dokumenter.
“Kami betul-betul tidak tahu kalau itu untuk film dokumenter, terlebih dengan tema kehidupan para gigolo di Kuta,” kata Arnold, sebelum menjalani pemeriksaan.
Sepertinya informasi baru ditemukan tentang sesuatu setiap hari. Topik dan kata kunci% dari% tidak terkecuali. Jauhkan membaca lebih segar untuk mendapatkan berita tentang berita indonesia terpanas.
Ketiga orang yang masing-masing berumur 29 tahun itu, juga mengakui sebelumnya, yakni sejak 2007, sudah saling kenal dengan sang sutradara Amit Virmani, sehubungan dia sering nongkrong di Pantai Kuta.
“Menurut keterangan mereka, mulanya sutradara itu datang dengan membawa kamera besar dan merekam aksi mereka ketika surfing. Mereka senang saja diambil gambarnya, dan mulai saat itulah mereka akrab,” ujar Sugianyar.
Hubungan antarmereka menjadi bertambah akrab setelah Arnold yang warga asal Banyuwangi, berhasil mempersunting istri yang seorang warga negara asing.
Sementara rekannya Argo yang juga asal Banyuwangi, dan Fendik asal Lumajang, selama ini mengaku banyak bergaul dengan komunitas “bule” di Kuta, sehingga pertemuannya dengan Amit merupakan sesuatu yang mereka anggap lumrah dan biasa.
“Kami sudah biasa dengan `bule`, ya ketika diambil gambar dengan kamera, ya biasa-biasa saja, tidak ada curiga apa-apa,” kata Argo.
Ketiga pemain film kontroversial itu, ketika diwawancarai senada mengatakan tidak terima bila nanti dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini. “Justru kami yang akan melapor karena nama baik kami sudah dicemarkan,” kata Argo, menambahkan.
Sementara sesuai instruksi Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna, saat ini Ditreskrim telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus itu dengan melibatkan tim cyber crime.
“Dilibatkannya tim cyber crime adalah untuk menelusuri bukti-bukti pendukung. Mengingat tayangan ini beredar luas di internet melalui situs youtube,” ujar Sugianyar.
Selain tiga nama pemeran dalam film yang saat ini telah diperiksa, polisi juga berencana melakukan pemanggilan saksi lain untuk dimintai keterangan.
“Kemungkinan lebih dari lima saksi akan kami panggil untuk dimintai ketarangan untuk dapat mengungkap adanya kasus pelanggaran dalam produksi film tersebut,” katanya.
Sekarang mungkin saat yang tepat untuk menuliskan poin utama dibahas di atas. Tindakan meletakkannya di atas kertas akan membantu Anda mengingat apa yang penting tentang berita indonesia terpanas.
Comments
Leave a Reply









